Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2019

Metropolitan pada Pandangan Lantai Sembilan



Pada gemerlap warna warni cahaya
Bersemayam luka dan dendam membara
Dibelai malam dan angin musim kemarau
Berpadu tawa samar pun tangis haru

Pada bising lalu lalang jalanan
Menepi sebentar menengok angkara
Tersemai subur bagai cendawan musim penghujan
Meluap lalu berceceran di sepanjang jalan pusat kota

Pada gelap malam yang membungkus tak sempurna
Ada sedu tergugu di sudut kota
Penuh keluh kesah pada langit
Menganggap penguasa tak lagi merakyat

Wajah metropolitan yang kian renta
Semakin tua, semakin kejam

Kaum cilik semakin mungil hampir tak nampak
Kaum besar makin pongah penuh ambisi
Kaum pelajar kehilangan kata-kata mungkin disumpal
Kaum religius tersisih, terdesak lalu  jadi tersangka
Kaum liberal makin bebas mengepakkan sayap-sayap penuh duri


Dunia..
Penuh tipu muslihat berwujud malaikat
Mungkin kiamat sudah dekat
Mari bergegas
Siapkan bekal menuju akhirat

Sabtu, 25 Maret 2017

Mambulilling

Mambulilling

Izinkan aku merengkuhmu dalam anganku sekali saja
Agar getar jiwaku menyatu padu pada rindu
Yang tertinggal petang itu ketika dari puncakmu
Terkirim angin semilir
Menemani pertemuan

Karena masih terekam jelas letak pohon dan wibawa
Yang tertancap pada persimpangan
Mengajakku menikmatimu meski tersaput awan kelabu
Namun hatiku bercorak warna warni kala itu
Tersembunyi dari celah rompi oranye

Masih deras terasa air Rambu saratu memerciki kalbuku
Ketika aku harus bertolak pulang
Meninggalkan angan terpotong purnama
Sejak hatiku mencuri warna awanmu diam-diam

Perpus FBS, UNM
22-09-06

Jumat, 24 Maret 2017

Dari Sudut Laguna

Dari sudut laguna
Ada langit bercengkrama
Pada senja yg terpasung
Matahari
Menebar jingga
Hingga bias ombak samudera
Bertepuk di tepian pasir
Tak berbutir

Dari sudut laguna
Kutantang angin
Melayangkan auraku pada pulau terjauh
Agar ranting disampingku tunduk malu
Dan cahaya luruh
Di ujung senyumku

Dari sudut laguna
Kutikam rembulan yg malu
Bagai sabit tersamar
Dengan segenggam doa sayu
Agar laguna ini, tak pernah ada.

Makassar, 26 Agustus 2006

Kamis, 26 Mei 2016

Sampai Hari Ini

Sampai hari ini
Aku masih mengais sisa Firman-Mu
Diantara denyut dosaku yang raya
Dan getar tafakkurku yang kabur

Sampai menit ini
Aku masih melacak cahaya-Mu
Diantara gulungan kafan
Dan kucoba menelan takabbur
Yang menganggur di tutur

Sampai detik ini
Aku meraba bait-bait hadist
Dari kekasih... Muhammad
Aku rindu bersua

Sampai..
Kelam tak terganti pelangi
Tanpa ventilasi hati
Menuju Siratal Mustaqim
Saat ini juga

Senin, 23 Mei 2016

Nikmat-Mu Yang Mana



NikmatMu yang mana
Yang harus kuiingkari
Sedang rahmat meruah penuhi pijakanku
Kasih sayang bertebaran di sela angin
Rezeki dan cinta hingga pelosok

NikmatMu yang mana
Yang harus kjianati
Sedang hidayah menyapaku lembut
Memberi pelangi di hatiku

Nikmatmu yang mana
Yang harus kudustakan
Saat duri meraba langkahku
Kukira tinggal seok
Tapak-tapak sisa

Jumat, 20 Mei 2016

Ramadhan

Masih berpegangan pada hati
Aku mencuci dosa
Dengan dhuha yang masih terbata

Masih mengikat diri pada nafas
Aku mencahayakan rupa
Yang dulu gulita
Sebab nafsu terpenjara

Tinggal bulan separo
Tinggal purnama tak sempurna
Helai-helai iman akankan merekah..

Ramadhan
Tunggu aku
Kita renangi kemenangan hakiki
Pada hati

Senin, 09 Mei 2016

Aku Bukan Apa-apa

Tuhanku...

Badan ini..
Apakah sempurna ataukah cacat. Itu adalah milikmu.
Ingin kau sempurnakan, kau kurangkan, kau beri sakit, bahkan kau istirahatkan adalah hakmu. Sebab milikMu.

Umur ini..
Apakah panjang ataukah pendek. 
Dipenuhi manfaat ataupun bergelimang dosa, 'dia' tetap milikMu, yg bisa distop kapan saja.

Harta ini..
Apakah berlimpah ataukah hanya sesuap nasi. Digunakan di jalan-Mu ataukah hanya untuk foya-foya, 'dia' selalu milik-Mu.

Anak-anak ini..
Apakah banyak ataukah hanya seorang. Shalih ataupun shalihah,  Mereka adalah milikmu. Yang jika Engkau mau, bisa kau ambil sewaktu-waktu.

Tuhanku..
Rupanya itu semua bukan milikku, 
Engkaulah pemilik segala.

Aku hanya memilikiMu

Ah tidak..

Engkaulah yg memiliki aku
Dan aku bukanlah apa-apa