Kamis, 14 April 2016

Sedekah Sarapan

Bismillah...

Kali ini saya akan berbagi salah satu program unggulan keluarga kami, yaitu sedekah sarapan.
Awal munculnya niat ini saat memasuki tahun 2016.

Pergantian tahun merupakan momentum yang tepat untuk membuat resolusi bagi keluarga kami.
Ide ini diinspirasi oleh seorang ibu penjual nasi bungkus keliling. Ketika itu kami sekeluarga keliling kota pagi-pagi. Sambil ngobrol sepanjang jalan tentang berbagai hal, kendaraan sengaja dilambatkan. Tiba-tiba, kami melihat seorang ibu penjual nasi bungkus keliling yang menuntun sepedanya  membagikan nasi bungkus kepada beberapa tukang becak yang mangkal menunggu penumpang.

Di situlah kemudian terbersit niat untuk melakukan hal yang sama. Alhamdulillah direspon positif  dan antusias oleh Abi. Mulailah kami menyusun konsepnya.

Program ini kami dilakukan sekali sepekan, yaitu hari Jum'at. Kami memilih Jum'at karena hari tersebut memiliki banyak keutamaan.
Selanjutnya, kami memilih sarapan bukan makan siang atau makan malam. Bukan juga berbagi dengan uang tunai, karena kami mengganggap, sarapan adalah modal tenaga di awal waktu.
Sasarannya juga tentu sudah terseleksi, artinya orang-orang yang akan menerima adalah mereka yg berangkat pagi atau subuh dari rumahnya, melawan rasa kantuk, malas, dan sebagainya. Untuk beraktivitas atau menjalankan tugas, yang kemungkinan belum sarapan karena tugasnya pagi-pagi harus tuntas.

Setelah persiapan cukup, mulailah Jumat pertama di awal tahun 2016, kami sekeluarga bersiap.
Pertama-tama mencari penjual nasi bungkus (idealnya sih masak sendiri, tapi belum sanggup..😊). Kemudian menelusuri jalanan yang masih lengang, bertemu dan berbagi dengan petugas penyapu jalanan, tukang sampah, tukang becak, beberapa pemulung, dsb. Sambil menyampaikan kepada Aira, anak kami  tentang indahnya berbagi, tentunya dengan bahasa anak-anak, meskipun dia mendengar dengan mata sayu karena masih ngantuk, semoga alam bawah sadarnya merekam dan menyimpannya..

Selain bertujuan sebagai bahan edukasi untuk anak2 kami, Sedekah Sarapan juga merupakan wujud apresiasi kami bagi siapapun yang subuh hari sudah meninggalkan  rumah untuk beraktivitas atau menjalankan tugas.

Tulisan ini dibuat bukan bermaksud untuk pamer, ataupun Riya (semoga Allah menjaga kami dari sifat riya). Justru kami berharap semoga tulisan ini bisa menginspirasi agar melahirkan ide-ide kreatif atau menjadi penyemangat bagi yg ingin melakukan kebajikan.

Belajar dari kisah ibu penjual nasi bungkus tadi, beliau saja seorang penjual nasi bungkus mau berbagi dengan sesama, apalagi kita yang... (silahkan isi sendiri 😉)
Sebab ada iri/cemburu/hasad yg dibolehkan dalam agama yakni:

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” [HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816]

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ فَقَالَ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ فَقَالَ رَجُلٌ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

“Tidak boleh iri kecuali terhadap dua (jenis manusia): seseorang yang Allah ajarkan kepadanya Al Qur`an, lalu dia membacanya di sepanjang malam dan siang, lalu tetangganya mendengarnya dan berkata: ‘Seandainya aku diberikan (kemampuan membaca Al Qur`an) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan.’ ; dan seseorang yang Allah berikan kepadanya harta, lalu dia menafkahkannya di dalam kebenaran, lalu ada seseorang yang berkata: ‘Seandainya aku diberikan (harta) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan.” [HR Al Bukhari (5026)]

Dan sungguh, saat  melihat ibu penjual nasi bungkus itu bersedekah, saya iri...
Semoga pahala kebaikan tercurah padanya..

Dan semoga kami istiqomah menjalankan program ini, dan menjadi pemberat timbangan amal kami di Yaumul Hisab kelak...
Aamiinnn...

Selasa, 29 Maret 2016

Saat No TV di Rumah

Saat kami pindah rumah sekitar bulan April tahunlalu, kami sengaja tdk membawa serta TV. Alasannya kami mencoba menerapkan program no TV di rumah.

Setelah 3 bulan menjalani kehidupan tanpa televisi alhamdulillah semuanya oke-oke saja. Meskipun awalnya terasa sunyi dan kadang bengong plus bingung mau ngapain. Tapi ternyata situasi itu menjadikan saya untuk berpikir kreatif dan inovatif. Dan dengan bantuan internet tentu saja, akhirnya muncul banyak ide.

Apa yang harus kami lakukan hari itu agar kegiatan kami bermanfaat. setiap hari kami menjadwalkan untuk membuat prakarya meskipun sederhana. Mulai dari mewarnai, menggunting tempel, mencetak jari, kolase, membuat plastisin, cooking, berkebun, sampai membuat rumah kardus. Alhamdulillah anak2 khususnya Aira sangat menikmati hari2nya.

Manfaat positif ini juga sangat berpengaruh pada saya. Waktu banyak digunakan untuk hal2 yang bermanfaat, tdk nonton mulu..

Sebab saya adalah penggemar film. Bahkan mendekati maniak film. Mulai dari film drama, action, kolosal, detectif, kartun, komedi, India, China, Jepang, Singapura, Thailand, sampai drama korea saya suka. Saking sukanya menonton, saat saya masih di bangku SMA, saya sering nonton tv melalui lubang kunci pintu.. 😅😅.

Kala itu, di rumah kami peraturannya batas nonton bagi kami cuma sampai jam 10. Padahal film2 bagus baru diputar jam 9 atau jam 10 malam. Alhasil jika tiba waktu tidur kami semua masuk kamar. Tapi sy tdk tidur, posisi pintu kamar yang pas menghadap ke televisi sangat manguntungkan. Jadilah sy lanjutkan nonton melalui lubang kunci... itupun klo chanel tvnya gak diganti sm bapak.. 😄😄

Satu2nya jenis film yg sy tidak sukai adalah film horor (soalnya kalo nonton sendirian syereemm...)😱🙈.

Ahh, itu dulu..😊

Semoga kedepan kami tetap bisa mempertahankan suasana kondusif ini..

Celengan Surga



Jauh sebelum menikah, sy pernah membaca sebuah artikel tentang tabungan akhirat, dari sana akhirnya muncul ide utk membuat celengan surga.

Celengan surga adalah celengan yg dibuat untuk seluruh anggota keluarga, ditempatkan di tempat yg strategis (mis di ruang keluarga) agar memudahkan bagi siapapun untuk memasukkan celengannya,  mudah dijangkau (tdk tersembunyi dan susah diraih bagi anak2), tak mencolok/mengundang tangan jahil (jd bisa sedikit di modifikasi bentuknya, mis vas bunga), dan dibuka setahun sekali atau bila sudah penuh. Peruntukannya tentu untuk mendapatkan pahala, jd bisa disumbangkan, dibelikan sapi/kambing buat Qurban, buka puasa bersama, infak untuk anak-anak yatim, naik haji, dll.

Sesuai namanya, celengan tersebut diharapkan bisa mengantarkan kami semua ke SurgaNya. Aamiinn..

Itu banyangan saya saat itu.

Beberapa tahun setelah menikah, sy mulai merealisasikan mimpi saya itu. Namun ternyata impian tak seindah kenyataan..
Beberapa kali celengan surga kami dijebol bukan untuk 'Surga'.. Apalagi saat awal2 membina keluarga, diuji dengan anak shalih dengan atresia bilier, renovasi rumah sederhana, dan melunasi hutang.

Dan sekarang, sy merintis kembali impian itu membuat celengan surga. Semoga tak ada lagi hambatan2 sampai saatnya di 'panen'.

Aamiin...

Rabu, 06 Januari 2016

The First Event IIP

Tergabung dalam komunitas Institut Ibu Profesional dimulai awal tahun 2011. Itu adalah masa dimana sy memutuskan resign dr dunia kerja dan fokus mendidik anak.

Sejak berhenti bekerja, kegiatan harian berubah total. Saya yang biasanya berangkat ngajar sebelum jam 7 pagi, -bahkan saat Aira masih belum bangun-, saat itu tiba2 tinggal dirumah, bisa bermain sepuasnya bersama anak, tidur, makan, nonton dll.. Rasanya plonggg sekali..

Tapi lama kelamaan suasananya jadi membosankan, jenuh, pengen bergerak lagi, pengen menyerap ilmu, beraktifitas dan semacamnya.
Laptop akhirnya yg jadi pelampiasan, mulai dr bermain game, nonton film, sampai akhirnya googling.
Sy kemudian menemukan web IIP. Dari situ mulailah secara rutin ikut perkuliahan setiap pekan yang diasuh langsung oleh pendiri IIP ibu Septi Peni Wulandari. Ibu yg sudah lama sy dengar kiprahnya, dan menjadi salah satu role player sy.

Setelah lama mengikuti melalui web. Akhirnya di tahun 2014 tergabung di whatsaap IIP.
Dan dipenghujung 2015 ini secara serentak IIP seluruh cabang seindonesia melakukan kegiatan launching buku Bunda Produktif yg dirangkaikan dng Talk Show.

Inilah event pertama yang dilakukan IIP sulsel secara offline.

Mulai dr rekrut panitia, rapat off line 2 kali, selebihnya koordinasi dilakukan secara online di layar hp kami masing2 setiap hari.
Dengan jumlah personil 19 orang kami berusaha bekerja layaknya sebuah tim. Bekerja hanya dalam waktu sekitar 2 minggu, berbagi tugas, saling support, saling melengkapi, saling mendoakan.. Ah betapa indah rasanya..

Kami yg tak kenal secara fisik dan pribadi, hanya saling mengenal melalui dunia maya, dunia yg tak nyata, ternyata mampu melakukan aksi yg nyata, mampu menghadirkan semangat dalam dada, mampu saling percaya satu sama lain, dan mampu menjadikan hati2 kami saling terikat.
Subhanallah..

Dan yang paling membahagiakan adalah saat kegiatan yg kami laksanakan berlangsung lancar, pemateri yg keren dan berbobot menyampaikan materinya, peserta yg bahagia dengan wajah sumringah, dan seluruh tim yg ikut menyukseskan acara ini dengan penuh semangat..

Kami tutup kegiatan dengan makan bersama, dengan sisa lunch dan snack, saling bercerita, bercanda, dan bersyukur.
Alhamdulillahirobbil 'alamin...

Allah lah tempat kami bersyukur.. Dengan RahmatNyalah kegiatan kami berjalan lancar, semoga apa yg kami laksanakan berbuah kebaikan, sebab kami niatkan ibadah, saling berbagi ilmu dng ibu/ummi/mama/bunda/mami/emma/indo lainnya.

Selamat Hari IBU..

22 Desember 2015

Selasa, 05 November 2013

Bergerak (lagi)

Lama juga baru sy teringat kalau ternyata punya blog ini…J akibatnya juga lama gak dikunjungi dan diisi tentu saja. Bulan ramadhan sudah lewat dan Alhamdulillah di bulan penuh barakah itu Allah SWT menganugrahkan kepada kami amanah baru, seorang putra laki-laki yang lahir tepat di hari ke 17 Ramadhan dan di beri nama Muh Nazhirul Asrofi Usman.
Semoga kelak bisa menjadi anak yang sholeh, yang memperjuangkan agamanya dalam keadaan apapun, Insyaallah…Aamiinnnn
Dan untuk si kk Aira , Alhamdulillah beberapa hari ini juga sudah mulai aktif sekolah, mengenal teman2 baru dan juga mengenal guru dan lingkungan baru.. Semoga dia betah dan bisa banyak menyerap ilmu disana.. J

Ok lets move 

Senin, 04 Maret 2013

I'm Back


Bismillahirrahmanirrahiim...

Alhamdulillah bisa ‘bergerak’ lagi setelah sekitar 2 bulan lebih terlelap dalam zona nyaman yang melenakan… Sebenarnya bukan zona nyaman yang nyaman sih tapi, Alhamdulillah Allah kembali memberi kami kepercayaan dengan menitipkan jabang bayi dalam kandunganku yang sekarang memasuki usia 5 bulan…

Diawal2 sempat kewalahan akibat mual muntah yang hebat dan nafsu makan yang berkurang drastis. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa terlewati dengan indah… karena ada Abi dan Aira yyang selalu mensupport…  Mudah2an kedepannya kandunganku  selalu sehat , persalinan di lancarkan oleh Allah swt… Aminnnn….
Memasuki maret ini beberapa target telah di tetapkan, dalam hal ibadah, hafalan Al Qur’an, dan bisnis tentunya… Semoga bisa tercapai Insyaallah… Apalagi perusahaan Oriflame sedang punya promo yang hebat bulan ini…

Insyaallah saya yakin, jika saya fokus di bisnis ini, mengerjakan tugas seperti yang diajarkan, selalu mau mengupgrade diri sendiri maka saya akan SUKSES!!!

GO SM…
GO DIRECTOR

Kamis, 08 November 2012

Kesibukan baru

Lama nian rasanya saya tidak berkunjung ke blog tercinta ini... Beberapa minngu terakhir ini tenggelam dalam aktifitas padat yang menyita banyak waktu... Ya, ikut elatihan yang masih berhubungan dengan bisnisku, apalagi tujuannya selain meningkatkan kualitas dan profesional diri.

Tapi meskipun sibuk dengan segala rutinitas itu bisnisku, Alhamdulillah tetap berjalan lancar, bahkan berkembang lumayan pesat di awal bulan ini. Semoga itu tanda-tanda kesuksesan akan segera datang menyapa...he...he...:)

Perkembangan itu salah satunya bergabungnya saudariku tecinta Suriani, yang sama seperti saya ibu rumah tangga yang mau bekerja dari balik laptop dan hanya dengan seragam daster saja...hi...hi... Welcome ya sista... Insyaallah jalannya dah tepat, tinggal memupuk semangat, bekerja dan belajar sebanyak-banyaknya agar bisa menghasilkan sebesar-besarnya... dan bisa berbagi kepada sesama.

And than...
For Abi n Aira: makasih ya pengertiannya sebulan ini atas kesibukan ummi... Love youuu....

Untuk diriku sendiri: tetaplah semangat Arma... dunia ini luas, menantikanmu untuk menyaksikan dan menjejakkan kaki diatasnya... Terlebih tanah haram... Bukankah engkau begitu merindukannya....! Bekerjalah dan yakin... Allah melihat usaha hambanya yang bersungguh2... Insyaallah....

Go Manager!!!
Go Senior Manager!!!