Jumat, 20 Mei 2016

Di IIP Saya Belajar

Pernah dengar komunitas IIP?

Jika pernah Alhamdulillah.. kalaupun belum yuk kita kenalan singkat dengan IIP.
IIP adalah akronim dari Institut Ibu Profesional. Hallah... ibu2 kok ada insitutnya...
Iya, jangan salah.. di IIP kami belajar, layaknya seorang mahasiswa yang memiliki kurikulum yg jelas, tugas2 yg mesti dikumpulkan, dan yang paling utama, menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupaan real, bukan hanya sekedar mengetahui ilmunya..

Berikut materi pembuka dalam matrikulasi batch#1 kami yang mulai diawal Mei ini..

Materi 1

MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Oleh : Septi Peni Wulandani
Salam Ibu Profesional,

Selamat datang di program Matrikulasi Ibu profesional.
Di sesi pertama ini kita akan membahas tentang 4 hal :
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan yang paling unggul di Indonesia.
MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena customer kita adalah anak-anak dan suami. Maka yang perlu ditanyakan adalah :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?


Sebab hidup adalah belajar.. belajar.. dan belajar..

Horrey, liburannn....

Bagi saya yg seorang IRT dan Aira yg masih berstatus homeschooler setiap hari ya sama seperti liburan.. Liburan di rumah, liburan di perpus, liburan di pasar..

Nah yang membedakan kali ini liburan ke Wisata kebun Gowa. Salah satu tempat wisata keluarga yg lengkap, nyaman, dekat, dan tergolong murah.
Fasilitasnya antara lain kolam renang, kolam mancing, ATV, sepeda listrik, gazebo, restoran, ruang main anak, kebun buah dan sayur.



Kami berangkat pagi sekitar pukul 08:00, agar bisa lebih cepat tiba dilokasi, dan berharap bisa dapat balai2/gazebo yg tempatnya strategis. Biasanya kalau hari raya/tanggal merah pengunjung ramai.
Sekitar setengah jam kemudian kami tiba dan langsung menuju ke pos tiket. Tiket masuk untuk anak2 dan dewasa sama saja 15 rb untuk hari Senin-Jumat, Sabtu/Ahad/Hari raya 25rb. Bayi yg berusia kurang dr 2 tahun gratis..

Alhamdulillah kami masih dapat tempat/ gazebo pas samping kolam pemancingan dan dekat dengan kolam renang.



Aira pun mulai menjajal fasilitas yg disediakan, diawali dengan nyeburrr di kolam renang. Kemudian setelah renang lanjut naik ATV bersama Abi, adek Rofi, pg Maman. Puas naik ATV beralih ke sepeda listrik dan kereta mini.


Setelah beristirahaat di gazebo sembari menikmati sejuknya pepohonan dan menonton beberapa pengunjung yg memancing dng sabar, dan menghabiskan bekal yg dibawa kami pun beranjak pulang..

Pulang membawa rasa letih, lelah senang, dan bahagia. Sampai beberapa hari ke depannya Aira masih sering menyampaikan pada saya "Ummi, Senangku rekreasi ke wisata kebun.. Kapan lagi kesanaki?

Ramadhan

Masih berpegangan pada hati
Aku mencuci dosa
Dengan dhuha yang masih terbata

Masih mengikat diri pada nafas
Aku mencahayakan rupa
Yang dulu gulita
Sebab nafsu terpenjara

Tinggal bulan separo
Tinggal purnama tak sempurna
Helai-helai iman akankan merekah..

Ramadhan
Tunggu aku
Kita renangi kemenangan hakiki
Pada hati

Rabu, 11 Mei 2016

Mei With Love

Alhamdulillah sudah di Mei lagi.. Gak terasa rasanya waktu berlalu begitu cepat, pas sadar eh sudah 2016 ajahh..

Mei adalah salah satu bulan spesial yang selalu ditunggu2 kedatangannya di keluarga kami selain Bulan Ramadhan. Sebab spesialnya bulan Mei itu, karena bulan lahir saya, bulan lahir Abi tercinta, dan bulan lahir Anak pertama kami alm Ahmad Zhafran Al-Fathin.

Mei tahun ini juga bertambah keistimewaannya, karena...
Mulai masuk kelas matrikulasi IIP batch#1.

Sekitar 150 ibu2 koordinator, fasilitator dan pengurus rumbel IIP
se-Indonesia berkumpul dalam 1 grup, dalam rangka belajar untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan diri, baik sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai Ibu tentu saja.

Sebenarnya agak2 gimanaa gituuu.. melihat kesungguhan dan kemampuan para ibu2 IIP se-Indonesia yang bagi saya waahh kereennn...😍😍😍

Tapi dalam proses belajar, gak boleh galau, malu, takut, apalagi minder...
Semuanya dilibas.. Demi sebuah ilmu..👍👍👍

Mari belajar dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun..

Tugas 1 Matrikulasi Batch#1

Checklist indikator profesionalisme perempuan

A. Sebagai Individu


* Mengutamakan Ibadah dalam kondisi apapun.
  • - Sholat tepat waktu.
  • - Rutin Shalat sunnah rawatib, Dhuha, dan Tahajjud.
  • - Melaksanakan ibadah sunnah lain dengan semangat.

* Memberikan hak tubuh

  • - Mampu merawat diri dan berpenampilan rapi dan sesuai syariat.
  • - Mampu memilah makanan sehat yg masuk ke tubuh.

* Memiliki me time yang bermanfaat.

  • - Mengalokasikan waktu minimal 2 jam untuk mengasah minat/bakat
  • - Membaca buku min 1/ bulan, buat resume singkat.
  • - Menulis 1 artikel dalam 1 pekan.

B. Sebagai Istri

* Taat dan Qana'ah terhadap suami.

  • - Berpenampilan menarik dan wangi di hadapan suami.
  • - Menyusun laporan keuangan keluarga.
  • - Mengelola keuangan keluarga dengan cermat dan hemat.

* Memahami kondisi dan kebutuhan suami.

  • - Melaksanakan kegiatan pillow talk minimal 2 kali sepekan
  • - Menyediakan waktu khusus min 2 jam/pekan untuk suami (luluran/facial/gunting kuku).

C. Sebagai Ibu

* Menjadi qudwah bagi anak.

  • - Menjaga lisan, perilaku dan pola asuh terhadap anak.
  • - Menerapkan pola pendidikan dengan dasar Islam, Iman dan Ihsan.

* Menjadi fasilitator belajar anak.

  • - Menyiapkan mainan, alat, dan bahan, dalam proses kegiatan bermain dan belajar.
  • - Menemani anak bermain dan belajar kapanpun anak minta.
  • - Mengikuti seminar parenting 1 kali/triwulan.

* Menjadi ibu multitasking.

  • - Mengantar-jemput anak dalam proses pembelajaran.
  • - Memastikan rumah sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
  • - Mengetahui ilmu dasar P3K.
  • - Menyiapkan menu pekanan yang sehat dan menarik bagi keluarga.


Tambahan penting..;)
* Membatasi penggunaan gadget di hadapan anak2.

Senin, 09 Mei 2016

Aku Bukan Apa-apa

Tuhanku...

Badan ini..
Apakah sempurna ataukah cacat. Itu adalah milikmu.
Ingin kau sempurnakan, kau kurangkan, kau beri sakit, bahkan kau istirahatkan adalah hakmu. Sebab milikMu.

Umur ini..
Apakah panjang ataukah pendek. 
Dipenuhi manfaat ataupun bergelimang dosa, 'dia' tetap milikMu, yg bisa distop kapan saja.

Harta ini..
Apakah berlimpah ataukah hanya sesuap nasi. Digunakan di jalan-Mu ataukah hanya untuk foya-foya, 'dia' selalu milik-Mu.

Anak-anak ini..
Apakah banyak ataukah hanya seorang. Shalih ataupun shalihah,  Mereka adalah milikmu. Yang jika Engkau mau, bisa kau ambil sewaktu-waktu.

Tuhanku..
Rupanya itu semua bukan milikku, 
Engkaulah pemilik segala.

Aku hanya memilikiMu

Ah tidak..

Engkaulah yg memiliki aku
Dan aku bukanlah apa-apa

Kamis, 14 April 2016

My Uncle My Idol

Tulisan ini kudedikasikan kepada seorang paman saya, yang padanya sy banyak belajar dan banyak bermimpi.

Sewaktu sy masih kecil tokoh idola saya adalah kakek Zainuddin tercinta. Sosoknya yg penyabar, santun, dekat dengan kami cucu2nya tanpa mengurangi wibawa beliau.
Sy bersyukur, diberi waktu oleh Allah meski hanya sedikit, untuk mengenal beliau. Bahkan kenangan2 manis bersama beliau hingga saat ini masih segar diingatan meskipun saat itu sy baru berusia 6 atau 7 tahun. Mengupaskan mangga, menemani bermain, membersihkan kulit kacang goreng..
Ahh.. betapa kurindukan engkau kek..

Bahkan sy dan adik saya rela di bully paman2 kami yg saat itu masih SMP dan SMA, diusili, dikerjain, disuruh ini itu, sampai dibuat nangis, gak membuat kami jera untuk berkunjung ke rumah Nenek, demi untuk menanti kedatangan Kakek tercinta tiap sabtu siang.
Al Fatihah buatmu kakek..

Memasuki usia 8 tahun, tiba2 Allah memanggil kakek kami dengan sangat mendadak...

Sy merasa kehilangan idola, tapi itu tak berlangsung lama. Ada seorang uncle saya yg saat itu kuliah di Bogor kota hujan sana, karakter, sifat dan wajahnya menurun dr almarhum kakenda tercinta. Maka beralihlah kekaguman saya kepadanya.

Masuk SMP, masuk SMA, hingga kuliah, beliaulah yg menjadi role model saya. Belajar dengan tekun, agar bisa mengikuti jejaknya kuliah di tanah Jawa, belajar ke benua Amerika, hingga menuntut ilmu ke Eropa. Namun apa daya, bapak tidak mengizinkan untuk kuliah jauh.

Sy tahu, semua itu tidak dicapai dengan mudah. Perlu usaha yg keras dan doa yg tak putus.

Banyak ujian yg terhampar, cobaan yang mendera, tapi dia selalu setegar karang menghadapinya.
Sabar dan tekun kuncinya..

Kini, uncle kami itu masih berkutat dengan ujian2 hidup, cobaan2, dan kesuksesan-kesuksesan yg tetap menantinya...

Sy ikut bahagia melihat tawa lepasnya dalam foto2 yg senantiasa dikirimkan kepada kami..
Sy ikut bahagia mendengar kesuksesan demi kesuksesan yg telah diraihnya.

Saya bahagia memiliki uncle Burhanuddin..

*selamat datang kembali di Indonesia..
Setelah tur Turki, Denmark, Dubai dan Afrika Selatan..
Oleh2nya ya...

Sedekah Sarapan

Bismillah...

Kali ini saya akan berbagi salah satu program unggulan keluarga kami, yaitu sedekah sarapan.
Awal munculnya niat ini saat memasuki tahun 2016.

Pergantian tahun merupakan momentum yang tepat untuk membuat resolusi bagi keluarga kami.
Ide ini diinspirasi oleh seorang ibu penjual nasi bungkus keliling. Ketika itu kami sekeluarga keliling kota pagi-pagi. Sambil ngobrol sepanjang jalan tentang berbagai hal, kendaraan sengaja dilambatkan. Tiba-tiba, kami melihat seorang ibu penjual nasi bungkus keliling yang menuntun sepedanya  membagikan nasi bungkus kepada beberapa tukang becak yang mangkal menunggu penumpang.

Di situlah kemudian terbersit niat untuk melakukan hal yang sama. Alhamdulillah direspon positif  dan antusias oleh Abi. Mulailah kami menyusun konsepnya.

Program ini kami dilakukan sekali sepekan, yaitu hari Jum'at. Kami memilih Jum'at karena hari tersebut memiliki banyak keutamaan.
Selanjutnya, kami memilih sarapan bukan makan siang atau makan malam. Bukan juga berbagi dengan uang tunai, karena kami mengganggap, sarapan adalah modal tenaga di awal waktu.
Sasarannya juga tentu sudah terseleksi, artinya orang-orang yang akan menerima adalah mereka yg berangkat pagi atau subuh dari rumahnya, melawan rasa kantuk, malas, dan sebagainya. Untuk beraktivitas atau menjalankan tugas, yang kemungkinan belum sarapan karena tugasnya pagi-pagi harus tuntas.

Setelah persiapan cukup, mulailah Jumat pertama di awal tahun 2016, kami sekeluarga bersiap.
Pertama-tama mencari penjual nasi bungkus (idealnya sih masak sendiri, tapi belum sanggup..😊). Kemudian menelusuri jalanan yang masih lengang, bertemu dan berbagi dengan petugas penyapu jalanan, tukang sampah, tukang becak, beberapa pemulung, dsb. Sambil menyampaikan kepada Aira, anak kami  tentang indahnya berbagi, tentunya dengan bahasa anak-anak, meskipun dia mendengar dengan mata sayu karena masih ngantuk, semoga alam bawah sadarnya merekam dan menyimpannya..

Selain bertujuan sebagai bahan edukasi untuk anak2 kami, Sedekah Sarapan juga merupakan wujud apresiasi kami bagi siapapun yang subuh hari sudah meninggalkan  rumah untuk beraktivitas atau menjalankan tugas.

Tulisan ini dibuat bukan bermaksud untuk pamer, ataupun Riya (semoga Allah menjaga kami dari sifat riya). Justru kami berharap semoga tulisan ini bisa menginspirasi agar melahirkan ide-ide kreatif atau menjadi penyemangat bagi yg ingin melakukan kebajikan.

Belajar dari kisah ibu penjual nasi bungkus tadi, beliau saja seorang penjual nasi bungkus mau berbagi dengan sesama, apalagi kita yang... (silahkan isi sendiri 😉)
Sebab ada iri/cemburu/hasad yg dibolehkan dalam agama yakni:

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” [HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816]

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ فَقَالَ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ فَقَالَ رَجُلٌ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

“Tidak boleh iri kecuali terhadap dua (jenis manusia): seseorang yang Allah ajarkan kepadanya Al Qur`an, lalu dia membacanya di sepanjang malam dan siang, lalu tetangganya mendengarnya dan berkata: ‘Seandainya aku diberikan (kemampuan membaca Al Qur`an) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan.’ ; dan seseorang yang Allah berikan kepadanya harta, lalu dia menafkahkannya di dalam kebenaran, lalu ada seseorang yang berkata: ‘Seandainya aku diberikan (harta) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan.” [HR Al Bukhari (5026)]

Dan sungguh, saat  melihat ibu penjual nasi bungkus itu bersedekah, saya iri...
Semoga pahala kebaikan tercurah padanya..

Dan semoga kami istiqomah menjalankan program ini, dan menjadi pemberat timbangan amal kami di Yaumul Hisab kelak...
Aamiinnn...