Pagi ini, saat sy menikmati sarapan, kk Aira bertanya sambil ngadem depan kulkas
"Mi, kalau jadi kakak harus selalu mengalah kah, gak boleh membalas?"
Saya langsung tertegun sejenak..
Lalu saya jawab
"Semua gak ada yg boleh membalas, kakak, adik, ummi, abi, sepupu."
"Begitu juga dengan mengalah, bukan berarti kalah.. tetapi menghindari bertengkar lebih baik." Lanjut sy kemudian.
Dia kemudian terdiam sambil senyum2 melirik kearah sy.
Sepertinya ini warning buat kami sebagai orangtua.. Beberapa waktu belakangan ini, memang saat kk Ai dan adek Rofi bermain, kadang si Adek refleks memukul, mungkin hanya sebatas utk seru2an, atau sekedar main2 saja, dan kk Ai yg biasanya merasa kesakitan kadang gemes mau membalas..
Dan saat situasi seperti itu, kami spontan mengingatkan si kk,
"Kk, jangan dibalas kk..."
Atau
"Kk, mengalah ya kak, adek masih kecil, belum tau kalau memukul itu sakit."
Dan sangat jarang kami menasihati si Adek
"Adek, kalau adek pukul kakak, kakak kesakitan"
Atau
"Adek, kakak di sayang ya Nak"
Saya lama merenung dan akhirnya menyadari, rupanya perlakuan kami terhadap mereka akhir2 ini tidak adil. Kami justru mengingatkan 'sang Korban' yang lebih besar, bukannya malah menegur 'si Pelaku' yang masih kecil.
Kami lupa, bahwa menjadi seorang kakak bukan berarti harus selalu mengalah pada sang adik hanya karena adiknya lebih kecil.
Kami lalai bahwa ternyata sang adiklah yang harus diberi pengertian dengan bahasa yg dimengertinya bahwa mereka seharusnya saling menyayangi, bukannya menyakiti.
Ahh.. maafkan kami nak..
Rupanya masih sering terjebak pada pola pengasuhan masa lalu yg pernah kami alami.
Rupanya sebanyak apapun ilmu parenting yang kami serap, pengalaman masa lalu masih sering menelusup diam2 keluar dari persembunyiannya.
Tapi menjadi orangtua adalah proses belajar, belajar dari masa lalu, belajar dari pengalaman, belajar dari lingkungan, belajar dan terus belajar.
Temani kami nak, dalam perjalanan belajar ini
Selasa, 30 Agustus 2016
Minggu, 28 Agustus 2016
Mensyukuri Nikmat Sehat
Pergilah ke Rumah Sakit untuk mensyukuri nikmat sehat.
Sungguh pernyataan tersebut sangat benar adanya..
Terkadang kita lupa bahwa kesehatan adalah harta yg tak ternilai. Lalu tanpa sadar (atau pura2 gak sadar) merecoki tubuh dengan berbagai makanan enak tapi tak sehat, makanan instan yang kaya pengawet, pewarna, pemanis, dan penguat rasa. Menerapkan pola hidup tidak sehat, tidur larut malam, malas olahraga, memelihara pikiran negatif. Belum lagi lingkungan yang minim udara bersih, air bersih, dan berbagai kebersihan lainnya semakin memperparah tingkat kerusakan sel2 tubuh yang sedianya harus dijaga dan dirawat dengan baik.
Kesadaran biasanya datang saat penyakit mulai bertamu tanpa permisi. Tiba2 kita sadar, bahwa perlakuan yg tidak sehat terhadap tubuh kita akhirnya memicu sel2 tubuh untuk berkembang secara brutal dan akhirnya jadilah kanker, asam urat, kolesterol, diabetes, tumor, dsb.
Seperti sore ini, saat melakukan pemeriksaan di sebuah RS bagian Bedah Onkologi, tiba2 kesyukuran merasuk dalam diri ini.. Sebelumnya berpikir, aduh, sakit sy apa nih, sepertinya berat.
Ternyata diluar sana masih banyak yang memiliki penyakit yg jauh lebih parah dari saya, selayaknya sy bersyukur.. Masih bisa beraktifitas normal, menikmati hidup, menuangkan kreatifitas dan ide2, menikmati keindahan dan kerepotan menjadi ibu.
Kesadaran kemudian muncul belakangan, bahwa ternyata selama ini pola makan dan pola hidup jauh dr ideal. Terlalu lena dan lalai dengan iklan2 dan kemudahan2 yg mengikutinya (instan).
Jadi mumpung masih ada kesempatan, berusaha dengan segala daya dan upaya, memperbaiki pola hidup, pola makan, dan pola pikir.
Dan semampunya back to nature..
(Awal Maret 2016)
Cinta Pertama
Jika ada yg bertanya padaku tentang cinta pertama, maka akan sy jawab "Buku".
Jatuh cinta pada buku2 fiksi diusia SD meskipun secara latar belakang keluarga sy jauh dari suasana suka buku dan suka baca.
Bahkan terkadang ditegur, saat makan sambil baca, saat jaga padi sambil baca (sampai2 lengah dan terkadang melewatkan 1-2 ekor ayam menikmati padi dengan santainya..:)), begadang sampe tengah malam karena baca buku yg belum tuntas.
Cinta pertama itu pulalah yg membuat saya melakukan kekhilafan besar semasa SD, mencuri sebuah buku fiksi, yg belum habis saya baca saat materi pengayaan disekolah..
Ssttt jangan ditiru!
Ahh.. Cukuplah berkisah tentang cinta pertama. Sebab kini, cinta itu ternyata semakin bersemi, ditumbuhi bunga2 cantik nan wangi.
Dan merebak menyebar mengantarkan wangi..
Setelah bertahun lampau, melakoni peran di muka bumi, menjadi istri, menjadi ibu, tergabung dalam komunitas IIP yang banyak sekali membentuk dan mengarahkan pola pikir, dan akhirnya tenggelam dalam asyiknya suasana kelas menulis yang belum cukup sebulan usianya, bisa mengobati kerinduan pada buku..
Semoga salah satu mimpi besar, bisa terealisasi di kelas ini.
Menerbitkan buku..
Bukan semata karena cinta..
Bukan semata karena mimpi..
Bukan semata sebagai bukti diri..
Atau sebagai jejak langkah..
Tetapi, agar bisa manfaat bagi sesama..
Jatuh cinta pada buku2 fiksi diusia SD meskipun secara latar belakang keluarga sy jauh dari suasana suka buku dan suka baca.
Bahkan terkadang ditegur, saat makan sambil baca, saat jaga padi sambil baca (sampai2 lengah dan terkadang melewatkan 1-2 ekor ayam menikmati padi dengan santainya..:)), begadang sampe tengah malam karena baca buku yg belum tuntas.
Cinta pertama itu pulalah yg membuat saya melakukan kekhilafan besar semasa SD, mencuri sebuah buku fiksi, yg belum habis saya baca saat materi pengayaan disekolah..
Ssttt jangan ditiru!
Ahh.. Cukuplah berkisah tentang cinta pertama. Sebab kini, cinta itu ternyata semakin bersemi, ditumbuhi bunga2 cantik nan wangi.
Dan merebak menyebar mengantarkan wangi..
Setelah bertahun lampau, melakoni peran di muka bumi, menjadi istri, menjadi ibu, tergabung dalam komunitas IIP yang banyak sekali membentuk dan mengarahkan pola pikir, dan akhirnya tenggelam dalam asyiknya suasana kelas menulis yang belum cukup sebulan usianya, bisa mengobati kerinduan pada buku..
Semoga salah satu mimpi besar, bisa terealisasi di kelas ini.
Menerbitkan buku..
Bukan semata karena cinta..
Bukan semata karena mimpi..
Bukan semata sebagai bukti diri..
Atau sebagai jejak langkah..
Tetapi, agar bisa manfaat bagi sesama..
Minggu, 24 Juli 2016
Hari Pertama Masuk Sekolah
Senin pekan lalu adalah hari pertama kk Aira merasakan nuansa sekolah formal, dengan seragam, sekolah, ustadzah dan teman2 baru.
Sebelumnya pernah merasakan tk di sebuah rumah sekolah selama setahun dan kemudian meminta untuk belajar dirumah.
Kami sebagai orangtua menyadari betul bahwa Hari Pertama Masuk Sekolah adalah momen spesial bagi anak2. Hari dimana dia memasuki lingkungan baru, rutinitas baru, orang2 baru, yg akan membersamai hidupnya sekitar 6 tahun -jika dia tdk memilih utk homeschooling kembali-.
Maka sudah sepantasnya kami mendampingi, mensupport, memotivasi, dan memberikan kesan yg indah dan mendalam, tentang suasana sekolah di hari pertama
Kami memutuskan untuk kembali ke rumah lebih cepat, setelah lebaran di kampung halaman. Meskipun hati masih belum puas bersilaturrahim dan bercengkerama dengan keluarga besar. Kembali ke rumah lebih cepat agar bisa menyiapkan keperluan kk Ai masuk sekolah dan agar hari pertama nanti berkesan baginya.
Namun pagi yg cerah ceria itu pecah oleh tangis Adrof.. Karena persoalan sepele tantrumnya kumat, dan kami sekeluarga yg harusnya bergegas pagi itu menjadi terlambat.
Sepertinya si adek sedikit cemburu, melihat kami bersibuk ria membantu kk Aira menyiapkan keperluan sekolahnya.
Sesampai di sekolah, sy mengantarkan kk Ai masuk kelas. Terdengar instruksi2 khas sekolahan dalam bentuk nyanyian.. "Bersiap, tangannya di lipat, beri salam.."
Setelah mengantar kk masuk kelas, kami menuju ke ruang pertemuan ortu.
Alhamdulillah hr itu berjalan lancar, setelah pulang sekolahpun kami evaluasi kesan2nya di hari pertama sekolah. Aira suka dan senang sekali.
Selamat bersekolah nak.. Ingat sekolah hanyalah sarana yg membantu untuk belajar. Yang paling penting dan utama adalah BELAJAR. Jadikanlah belajar menjadi ciri hidupmu. Dimanapun dan kapanpun.
#belajarsepanjanghayat
Senin, 11 Juli 2016
Hari Pertama Kk Aira Sekolah
Senin kemarin hari pertama kk Aira merasakan nuansa sekolah formal, dengan seragam, sekolah, ustadzah dan teman2 baru.
Sebelumnya pernah merasakan tk di sebuah rumah sekolah selama setahun dan kemudian meminta untuk belajar dirumah.
Kami sebagai orangtua menyadari betul bahwa Hari Pertama Masuk Sekolah adalah momen spesial bagi anak2. Hari dimana dia memasuki lingkungan baru, rutinitas baru, orang2 baru, yg akan membersamai hidupnya sekitar 6 tahun -jika dia tdk memilih utk homeschooling kembali-.
Kami memutuskan untuk kembali ke rumah lebih cepat, setelah lebaran di kampung halaman. Meskipun hati masih belum puas bersilaturrahim dan bercengkerama dengan keluarga besar. Kembali ke rumah lebih cepat agar bisa menyiapkan keperluan kk Ai masuk sekolah dan agar hari pertama nanti berkesan baginya.
Namun pagi yg cerah ceria itu pecah oleh tangis Adrof.. Karena persoalan sepele tantrumnya kumat, dan kami sekeluarga yg harusnya bergegas pagi itu menjadi terlambat.
Sesampai di sekolah, sy mengantarkan kk Ai masuk kelas. Terdengar instruksi2 khas sekolahan dalam bentuk nyanyian.. "Bersiap, tangannya di lipat, beri salam.."
Setelah mengantar kk masuk kelas, kami menuju ke ruang pertemuan ortu.
Alhamdulillah hr itu berjalan lancar, setelah pulang sekolahpun kami evaluasi kesan2nya di hari pertama sekolah. Aira suka dan senang sekali.
Selamat bersekolah nak.. Ingat sekolah hanyalah sarana yg membantu untuk belajar. Yang paling penting dan utama adalah BELAJAR. Jadikanlah belajar menjadi ciri hidupmu. Dimanapun dan kapanpun.
#belajarsepanjanghayat
Sebelumnya pernah merasakan tk di sebuah rumah sekolah selama setahun dan kemudian meminta untuk belajar dirumah.
Kami sebagai orangtua menyadari betul bahwa Hari Pertama Masuk Sekolah adalah momen spesial bagi anak2. Hari dimana dia memasuki lingkungan baru, rutinitas baru, orang2 baru, yg akan membersamai hidupnya sekitar 6 tahun -jika dia tdk memilih utk homeschooling kembali-.
Kami memutuskan untuk kembali ke rumah lebih cepat, setelah lebaran di kampung halaman. Meskipun hati masih belum puas bersilaturrahim dan bercengkerama dengan keluarga besar. Kembali ke rumah lebih cepat agar bisa menyiapkan keperluan kk Ai masuk sekolah dan agar hari pertama nanti berkesan baginya.
Namun pagi yg cerah ceria itu pecah oleh tangis Adrof.. Karena persoalan sepele tantrumnya kumat, dan kami sekeluarga yg harusnya bergegas pagi itu menjadi terlambat.
Sesampai di sekolah, sy mengantarkan kk Ai masuk kelas. Terdengar instruksi2 khas sekolahan dalam bentuk nyanyian.. "Bersiap, tangannya di lipat, beri salam.."
Setelah mengantar kk masuk kelas, kami menuju ke ruang pertemuan ortu.
Alhamdulillah hr itu berjalan lancar, setelah pulang sekolahpun kami evaluasi kesan2nya di hari pertama sekolah. Aira suka dan senang sekali.
Selamat bersekolah nak.. Ingat sekolah hanyalah sarana yg membantu untuk belajar. Yang paling penting dan utama adalah BELAJAR. Jadikanlah belajar menjadi ciri hidupmu. Dimanapun dan kapanpun.
#belajarsepanjanghayat
Senin, 20 Juni 2016
NHW#5 Gaya Belajar
Tugas ke 5 matrikulasi ini mengajarkan saya agar semakin mengenal pribadi sendiri, mengenal cara belajar terbaik, mengetahui proses yg sy alami dan hasil dari proses tersebut.
1. Masa Lalu
Sejak kecil sy sudah sukaaa sekali membaca, buku apa saja saya baca, bahkan sewaktu masih kelas 4 SD sy membaca buku diktat kuliah ibu saya yang tebalnya alamak.. Lebih tebal dari skripsi yg saya susun saat menyelesaikan kuliah dulu.
Dan saking sukanyaa sy membaca, beberapa dosa masa lalu masih sering terbayang2 hingga kini. Penyebabnya adalah, perpustakaan sekolah kami mensyaratkan buku hanya boleh dibaca di ruang perpustakaan atau ruang kelas saat materi pengayaan. Sedangkan buku2 cerita yang menarik hati itu gak tuntas terbaca dalam waktu 2 jam pelajaran. Akhirnyaa setelah menimbang dan memperhatikan akhirnya memutuskan untuk 'meminjam beberapa hari' untuk dibawa pulang kerumah, diselipkan diantara buku tulis lainnya..
Ah.. Masa lalu yg mengenaskan sekaligus membahagiakan..hiihihi.. -bukan untuk ditiru yaa-
Back to nice homework..
Selain membaca, kegiatan lainnya sepertinya tdk banyak menarik perhatian saya. Seperti menghafal, menerjemahkan, hanya sekedar menyelesaikan kewajiban dr bapak/ibu guru. Apalagi dengan Pidato ataupun bercerita, sesuatu yg sangat memompa aliran darah dan degup jantung saya, sebab aslinya sy adalah orang yg demam panggung tidak PD tampil didepan banyak orang. Itulah sebabnya sy lebih suka bekerja dari balik layar atau lebih tepatnya duduk manis depan layar laptop.. Hahaha..
Dalam menyelesaikan tugas sy lebih suka sendiri, mengerjakan dalam kondisi tenang. Dan kegiatan tersebut berlanjut dalam kehidupan saya dimasa dewasa. Jika menghadapi kendala biasanya sy berhenti sejenak, bertanya pd diri sendiri, atau ajak teman diakusi singkat, biasanya akan muncul ide atau solusi.
2. Masa Sekarang
Seiring dng perjalanan waktu, rupanya proses belajar saya masih diseputar membaca dan bertambah dengan mengamati. Terlebih dalam hal belajar untuk menguasai sesuatu hal maka hal pertama yg sy lakukan adalah membaca banyak literatur yg berkaitan dan mengamati prosesnya.
Setelah menemukan passion yakni menulis, kegiatan membaca sangat banyak bermanfaat, menambah wawasan, memperkaya materi tulisan, belajar dan mengamati penulis2 yg sudah ahli dan punya jam terbang tinggi. Semuanya sy pelajari dr kegiatan membaca, dan era multimedia yg sangat pesat mendukung dalam proses pencarian ilmu tersebut.
3. Pertimbangkan Proses
Dalam proses belajar saat ini tujuan utama adalah menjadi Ibu dan Istri yang menyenangkan dan membahagiakan keluarga. Dan selanjutnya kegiatan menulis menjadi no 2. Beberapa rencana dan target yg telah disusun, program2 yg akan diikuti, semuanya adalah proses belajar.
Sy tidak hanya berfokus pada beberapa sumber saja, tapi berupaya untuk memperkaya sumber dan materi, untuk kemudian diruncingkan dan menjadi sebuah kegiatan yg bermanfaat dan produktif.
4. Review
Setelah semua berjalan, beberapa waktu perlu rehat sejenak, melihat kembali apa2 yg telah dilakukan, sudah sesuaii denan visi misi kah? sudah sesuaii tujuan penciptaan kah? dapat berjalan seimbang dengan peran yg saat ini diemban?
Dengan mereview saya bisa mengukur apa yg sy lakukan sukses atau belum sukses, bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, dan tentu saja menjadikan lebih fresh dan menambah ide2 baru setelah beristirahat sejenak.
Untuk hasil serahhkan sepenuhnya kepadaNya.. Kita hanya bisa berupaya dan berusaha seoptimal mungkin..
1. Masa Lalu
Sejak kecil sy sudah sukaaa sekali membaca, buku apa saja saya baca, bahkan sewaktu masih kelas 4 SD sy membaca buku diktat kuliah ibu saya yang tebalnya alamak.. Lebih tebal dari skripsi yg saya susun saat menyelesaikan kuliah dulu.
Dan saking sukanyaa sy membaca, beberapa dosa masa lalu masih sering terbayang2 hingga kini. Penyebabnya adalah, perpustakaan sekolah kami mensyaratkan buku hanya boleh dibaca di ruang perpustakaan atau ruang kelas saat materi pengayaan. Sedangkan buku2 cerita yang menarik hati itu gak tuntas terbaca dalam waktu 2 jam pelajaran. Akhirnyaa setelah menimbang dan memperhatikan akhirnya memutuskan untuk 'meminjam beberapa hari' untuk dibawa pulang kerumah, diselipkan diantara buku tulis lainnya..
Ah.. Masa lalu yg mengenaskan sekaligus membahagiakan..hiihihi.. -bukan untuk ditiru yaa-
Back to nice homework..
Selain membaca, kegiatan lainnya sepertinya tdk banyak menarik perhatian saya. Seperti menghafal, menerjemahkan, hanya sekedar menyelesaikan kewajiban dr bapak/ibu guru. Apalagi dengan Pidato ataupun bercerita, sesuatu yg sangat memompa aliran darah dan degup jantung saya, sebab aslinya sy adalah orang yg demam panggung tidak PD tampil didepan banyak orang. Itulah sebabnya sy lebih suka bekerja dari balik layar atau lebih tepatnya duduk manis depan layar laptop.. Hahaha..
Dalam menyelesaikan tugas sy lebih suka sendiri, mengerjakan dalam kondisi tenang. Dan kegiatan tersebut berlanjut dalam kehidupan saya dimasa dewasa. Jika menghadapi kendala biasanya sy berhenti sejenak, bertanya pd diri sendiri, atau ajak teman diakusi singkat, biasanya akan muncul ide atau solusi.
2. Masa Sekarang
Seiring dng perjalanan waktu, rupanya proses belajar saya masih diseputar membaca dan bertambah dengan mengamati. Terlebih dalam hal belajar untuk menguasai sesuatu hal maka hal pertama yg sy lakukan adalah membaca banyak literatur yg berkaitan dan mengamati prosesnya.
Setelah menemukan passion yakni menulis, kegiatan membaca sangat banyak bermanfaat, menambah wawasan, memperkaya materi tulisan, belajar dan mengamati penulis2 yg sudah ahli dan punya jam terbang tinggi. Semuanya sy pelajari dr kegiatan membaca, dan era multimedia yg sangat pesat mendukung dalam proses pencarian ilmu tersebut.
3. Pertimbangkan Proses
Dalam proses belajar saat ini tujuan utama adalah menjadi Ibu dan Istri yang menyenangkan dan membahagiakan keluarga. Dan selanjutnya kegiatan menulis menjadi no 2. Beberapa rencana dan target yg telah disusun, program2 yg akan diikuti, semuanya adalah proses belajar.
Sy tidak hanya berfokus pada beberapa sumber saja, tapi berupaya untuk memperkaya sumber dan materi, untuk kemudian diruncingkan dan menjadi sebuah kegiatan yg bermanfaat dan produktif.
4. Review
Setelah semua berjalan, beberapa waktu perlu rehat sejenak, melihat kembali apa2 yg telah dilakukan, sudah sesuaii denan visi misi kah? sudah sesuaii tujuan penciptaan kah? dapat berjalan seimbang dengan peran yg saat ini diemban?
Dengan mereview saya bisa mengukur apa yg sy lakukan sukses atau belum sukses, bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, dan tentu saja menjadikan lebih fresh dan menambah ide2 baru setelah beristirahat sejenak.
Untuk hasil serahhkan sepenuhnya kepadaNya.. Kita hanya bisa berupaya dan berusaha seoptimal mungkin..
NHW#5
NICE HOMEWORK #5
MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #1
BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (Learn How to Learn)
Setelah kemarin kita mempelajari tentang “Learn How to Learn” maka kali ini kita akan mempraktekkan bagaimana diri kita sebagai Ibu pembelajar sejati, memahami tentang karakteristik belajar kita, sehingga kelak anda bisa memiliki panduan untuk melihat bagaimana anak anda belajar.
Beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam proses belajar adalah
a. Diri Sendiri
b. Kemampuan dan gaya belajar anda
c. Proses yang berhasil anda gunakan dan dibutuhkan
d. Minat dan pengetahuan atas mata pelajaran yang diinginkan
PANDUAN BELAJAR UNTUK BELAJAR
Silakan amati proses belajar bunda saat ini ketika menjadi ibu, baik dalam mengikuti forum belajar di grup Ibu Profesional maupun di forum-forum belajar yang lain. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai panduan:
TAHAP 1:
Mulai dengan masa lalu
Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda
🔹senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
🔹mengetahui cara meringkas?
🔹tanya diri kita sendiri tentang apa yang kita pelajari?
🔹Apakah punya akses ke informasi dari banyak sumber?
🔹menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
🔹memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?
🔹Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?
🔹Bagaimana saya berkomunikasi untuk mendapatkan feedback system terhadap apa yang saya pelajari? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?
TAHAP 2
Teruskanke masa sekarang, ambil mata pelajaran dalam universitas kehidupan ini.
🔹Berminatkah anda?
🔹Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
🔹Apa yang bersaing dengan perhatian saya?
🔹Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
🔹Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
🔹Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?
🔹Apa yang mempengaruhi minat anda terhadap pelajaran ini?
🔹Apakah saya punya rencana?
🔹Apakah rencana itu mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?
TAHAP 3
Pertimbangkan Proses
🔹Apa judulnya?
🔹Apa kunci kata yang menyolok?
🔹Apakah saya mengerti?
🔹Apakah yang telah saya ketahui?
🔹Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?
🔹Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
🔹Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
🔹Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?
🔹Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
🔹Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
🔹Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?
🔹Apakah saya berhenti dan meringkas?
🔹Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
🔹Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?
🔹Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
🔹Apakah saya perlu mendiskusi dengan "para pembelajar" lain untuk proses informasi lebih lanjut?
🔹Apakah saya perlu mencari "para ahli", guru atau pustakawan?
TAHAP 4
BUAT REVIEW
🔹Apakah kerjaan saya benar?
🔹Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
🔹Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"?
🔹Apakah saya memilih kondisi yang benar?
🔹Apakah saya meneruskannya; apakah saya disiplin pada diri sendiri?
🔹Apakah saya merasa sukses?
🔹Apakah saya merayakan kesuksesan ini?
Selamat memahami diri dalam proses belajar.
Salam Ibu Profesional,
MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #1
BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (Learn How to Learn)
Setelah kemarin kita mempelajari tentang “Learn How to Learn” maka kali ini kita akan mempraktekkan bagaimana diri kita sebagai Ibu pembelajar sejati, memahami tentang karakteristik belajar kita, sehingga kelak anda bisa memiliki panduan untuk melihat bagaimana anak anda belajar.
Beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam proses belajar adalah
a. Diri Sendiri
b. Kemampuan dan gaya belajar anda
c. Proses yang berhasil anda gunakan dan dibutuhkan
d. Minat dan pengetahuan atas mata pelajaran yang diinginkan
PANDUAN BELAJAR UNTUK BELAJAR
Silakan amati proses belajar bunda saat ini ketika menjadi ibu, baik dalam mengikuti forum belajar di grup Ibu Profesional maupun di forum-forum belajar yang lain. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai panduan:
TAHAP 1:
Mulai dengan masa lalu
Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda
🔹senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
🔹mengetahui cara meringkas?
🔹tanya diri kita sendiri tentang apa yang kita pelajari?
🔹Apakah punya akses ke informasi dari banyak sumber?
🔹menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
🔹memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?
🔹Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?
🔹Bagaimana saya berkomunikasi untuk mendapatkan feedback system terhadap apa yang saya pelajari? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?
TAHAP 2
Teruskanke masa sekarang, ambil mata pelajaran dalam universitas kehidupan ini.
🔹Berminatkah anda?
🔹Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
🔹Apa yang bersaing dengan perhatian saya?
🔹Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
🔹Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
🔹Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?
🔹Apa yang mempengaruhi minat anda terhadap pelajaran ini?
🔹Apakah saya punya rencana?
🔹Apakah rencana itu mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?
TAHAP 3
Pertimbangkan Proses
🔹Apa judulnya?
🔹Apa kunci kata yang menyolok?
🔹Apakah saya mengerti?
🔹Apakah yang telah saya ketahui?
🔹Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?
🔹Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
🔹Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
🔹Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?
🔹Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
🔹Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
🔹Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?
🔹Apakah saya berhenti dan meringkas?
🔹Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
🔹Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?
🔹Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
🔹Apakah saya perlu mendiskusi dengan "para pembelajar" lain untuk proses informasi lebih lanjut?
🔹Apakah saya perlu mencari "para ahli", guru atau pustakawan?
TAHAP 4
BUAT REVIEW
🔹Apakah kerjaan saya benar?
🔹Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
🔹Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"?
🔹Apakah saya memilih kondisi yang benar?
🔹Apakah saya meneruskannya; apakah saya disiplin pada diri sendiri?
🔹Apakah saya merasa sukses?
🔹Apakah saya merayakan kesuksesan ini?
Selamat memahami diri dalam proses belajar.
Salam Ibu Profesional,
Langganan:
Postingan (Atom)