Sabtu, 25 Maret 2017

Mambulilling

Mambulilling

Izinkan aku merengkuhmu dalam anganku sekali saja
Agar getar jiwaku menyatu padu pada rindu
Yang tertinggal petang itu ketika dari puncakmu
Terkirim angin semilir
Menemani pertemuan

Karena masih terekam jelas letak pohon dan wibawa
Yang tertancap pada persimpangan
Mengajakku menikmatimu meski tersaput awan kelabu
Namun hatiku bercorak warna warni kala itu
Tersembunyi dari celah rompi oranye

Masih deras terasa air Rambu saratu memerciki kalbuku
Ketika aku harus bertolak pulang
Meninggalkan angan terpotong purnama
Sejak hatiku mencuri warna awanmu diam-diam

Perpus FBS, UNM
22-09-06

Jumat, 24 Maret 2017

Dari Sudut Laguna

Dari sudut laguna
Ada langit bercengkrama
Pada senja yg terpasung
Matahari
Menebar jingga
Hingga bias ombak samudera
Bertepuk di tepian pasir
Tak berbutir

Dari sudut laguna
Kutantang angin
Melayangkan auraku pada pulau terjauh
Agar ranting disampingku tunduk malu
Dan cahaya luruh
Di ujung senyumku

Dari sudut laguna
Kutikam rembulan yg malu
Bagai sabit tersamar
Dengan segenggam doa sayu
Agar laguna ini, tak pernah ada.

Makassar, 26 Agustus 2006

Selasa, 07 Maret 2017

Kisah Si Kue Es

Beberapa hari ini di grup pengurus IIP Sulawesi obrolan lagi bahas market daynya para anak. Mamasty,  salah satu pengurus,  yang jago sekali bikin kreasi balon dan merupakan salah satu penanggung jawab di rumbel masak membuatkan kue Cum-cum utk dijual di market day nanti.

Kue yang terbuat dari pastry berbentuk kerucut lonjong berisi fla.
Beberapa bulan lalu saat raker di rumah mamasty kami memang disuguhkan dengan kue cum-cum ini. 
Rasanya enak,  krenyes2 diluar manis dan lembut didalam. 
Tapi bukan hanya persoalan enak saja sebenarnya,  kue ini sukses mengingatkan saya pada kenangan2 manis bersama kakek Zainuddin  Almarhum,  is my Hero.

🔙🔙🔙🔙🔙🔙🔙

Kisah yg tersimpan selama 25 tahun namun selalu segar diingatan.

Karena kakek bertugas di kota yg agak jauh dari tempat tinggal kami,  jadi beliau hanya pulang saat weekend.
Saya yang masih usia 6 tahunan saat itu,  selalu menantikan saat weekend tiba.
Kalau sdh tiba hari sabtu,  maka sy akan meminta izin sama mama pergi ke rumah kakek menanti kedatangannya.
Jarak sekitar 300meter bagi kami yang tinggal di kampung masih tergolong dekat utk anak seusia saya.

Maka saya bersama adik sy Ani  pun berangkat dengan hati riang.
Di rumah nenek masih ada beberapa adik mama yg tinggal disana.  Ada yang SMP dan SMA 2 orang.
Dan mereka itu usil sekali,  suka membully kami,  dan memerintah yg aneh2..  Misal disuruh bersuara aneh, bahkan tak jarang membuat kami menangis. 😤😤
Tapi kami gak kapok2, kami tetap bertahan demi menunggu kedatangan sang kakek tercinta.

Saat kakek tiba kami bersorak sorai sambil lompat2. Kami segera dipeluk,  dan tak lupa beliau menyerahkan oleh2 yg selalu kami rindukan juga,  si KUE ES.
Kue yang berbentuk kerucut lonjong dan berisi vla ini adalah barang mewah dan enaakk bagi saya.
Saya menamakannya kue es, karena bentuknya yg seperti es krim conello.

Namun sepertinya kue ini akan berubah lagi namanya menjadi "kue kenangan manis".. 😍😍

Kakek Zainuddin menjadi salah satu role model Parenting bg saya kini.
Rupanya caranya melayani kami cucu2nya,  menghargai,  menghormati keinginan,  memberikan hadiah,  memberikan pelukan,  mengajak bermain,  itu semua tak mudah terhapus dr benak kami cucu2nya.

Betapa kenangan manis akan mengakar kuat disana.