Jumat, 11 Oktober 2019

Metropolitan pada Pandangan Lantai Sembilan



Pada gemerlap warna warni cahaya
Bersemayam luka dan dendam membara
Dibelai malam dan angin musim kemarau
Berpadu tawa samar pun tangis haru

Pada bising lalu lalang jalanan
Menepi sebentar menengok angkara
Tersemai subur bagai cendawan musim penghujan
Meluap lalu berceceran di sepanjang jalan pusat kota

Pada gelap malam yang membungkus tak sempurna
Ada sedu tergugu di sudut kota
Penuh keluh kesah pada langit
Menganggap penguasa tak lagi merakyat

Wajah metropolitan yang kian renta
Semakin tua, semakin kejam

Kaum cilik semakin mungil hampir tak nampak
Kaum besar makin pongah penuh ambisi
Kaum pelajar kehilangan kata-kata mungkin disumpal
Kaum religius tersisih, terdesak lalu  jadi tersangka
Kaum liberal makin bebas mengepakkan sayap-sayap penuh duri


Dunia..
Penuh tipu muslihat berwujud malaikat
Mungkin kiamat sudah dekat
Mari bergegas
Siapkan bekal menuju akhirat