Jumat, 11 Oktober 2019

Metropolitan pada Pandangan Lantai Sembilan



Pada gemerlap warna warni cahaya
Bersemayam luka dan dendam membara
Dibelai malam dan angin musim kemarau
Berpadu tawa samar pun tangis haru

Pada bising lalu lalang jalanan
Menepi sebentar menengok angkara
Tersemai subur bagai cendawan musim penghujan
Meluap lalu berceceran di sepanjang jalan pusat kota

Pada gelap malam yang membungkus tak sempurna
Ada sedu tergugu di sudut kota
Penuh keluh kesah pada langit
Menganggap penguasa tak lagi merakyat

Wajah metropolitan yang kian renta
Semakin tua, semakin kejam

Kaum cilik semakin mungil hampir tak nampak
Kaum besar makin pongah penuh ambisi
Kaum pelajar kehilangan kata-kata mungkin disumpal
Kaum religius tersisih, terdesak lalu  jadi tersangka
Kaum liberal makin bebas mengepakkan sayap-sayap penuh duri


Dunia..
Penuh tipu muslihat berwujud malaikat
Mungkin kiamat sudah dekat
Mari bergegas
Siapkan bekal menuju akhirat

23 komentar:

  1. Dunia..
    Penuh tipu muslihat berwujud malaikat

    Suka kalimat ini dan ini dekat banget dengan sehari-hari.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Terimakasih mbak Renita. Masih belajar..;)

      Hapus
  3. Wah, puisi .... Jadi inget, sudah lama aku tak nulis puisi.

    BalasHapus
  4. Dunia ini fana, penuh tipuan. Jangan sampai kita terlena. Puisi ini sarat makna hidup.

    BalasHapus
  5. Suka ini puisinya mba, aku paling ga bisa berpuisi ria heheheh keren deh pemilihan katanya

    BalasHapus
  6. Paling suka bait tergugu. Feel dukanya dapat banget. Udah lama ga nulis puisi

    BalasHapus
  7. Puisi selalu bisa melembutkan perasaan, wuihs puisinya keren mbak.

    BalasHapus
  8. Aku gak pernah bisa bikin puisi . Tapi sukaa aja kalau baca puisi puisi bagus dan menyentuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicoba mbak Nunung.. Nulis dulu aja, kayak iklan heheh..

      Hapus
  9. Puisinya bisa menggambarkan kota metropolitan dengan baik nih. Feelnya dapat banget.

    BalasHapus
  10. Ini menggambarkan kota metropolitan yaaa? dimana disana segalanya bisa terjadi. segalanya ada dan nampak. Dari hal-0hal kecil hingga hal-hal besar.. dari yang baik hingga yang jahat. ya seperti itulah kota metropolitan

    BalasHapus
  11. Bait terakhir paling sy suka, reminder.

    BalasHapus
  12. Dakwah bil qalam mba... Hehehe...
    Menulis untuk mengingatkan diri sendiri.

    BalasHapus